Peluang Usaha

Pengertian Peluang Usaha



A. Penjelasan Peluang Usaha
Kata Peluang jika dalam bahasa Inggris yaitu “Opportunity”, dapat diartikan sebagai Kesempatan yang muncul dari suatu kejadian ataupun momen. Istilah Peluang Usaha sendiri terdiri dari 2 (dua) kata yaitu dari kata Peluang dan kata Usaha. Kata Peluang dapat diartikan sebagai kesempatan yang datang atau sesuatu yang terjadi yang bisa menghasilkan keuntungan. Sedangkan Kata Usaha dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan untuk mengarahkan tenaga dan pikiran dalam mencapai target atau tujuan.
Jadi dapat disimpulkan yang dimaksud Peluang Usaha adalah suatu kesempatan yang datang, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan. Atau dapat didefenisikan juga sebagai kesempatan yang muncul pada waktu tertentu yang dapat memberikan kesempatan besar untuk memperoleh keuntungan, jika dalam kesempatan itu dilakukan suatu tindakan dengan mengarahkan tenaga dan pikiran.

B. Sumber Peluang Usaha
Adapun sumber-sumber yang dapat menjadi peluang usaha, misalnya berasal dari:
a. Dari diri sendiri
Peluang usaha yang memiliki potensial tinggi adalah dari diri sendiri, misalnya ide tersebut didapatkan dari hobi, keahlian pengetahuan dan dari riset atau pengamatan lingkungan, alasan mengapa peluang yang baik datangnya dari diri sendiri yaitu:
  • Karena untuk menjalankan usaha harus konsisten dan berkomitmen, sehingga usahawan harus menyukai usaha tersebut.
  • Karena untuk menjalankan usaha membutuhkan proses yang cukup panjang, sampai usaha tersebut membuat usahawan sukses dan bahagia.
  • Keberhasilan dalam menjalankan usaha yaitu dengan terus mencoba dan pantang menyerah, dengan didukung kreativitas serta memiliki pengetahuan yang mencukupi.
b. Dari lingkungan
Banyak sekali peluang untuk menjalankan usaha yang sumber idenya didapatkan dari lingkungan sekitar, misalnya:
  • Usaha yang dimiliki orang tua yang terus di kembangkan lagi dan lagi, sehingga semakin besar dan luas.
  • Pada lingkungan rumah, bisa saja peluang untuk menjalankan usaha dapat muncul dari lingkungan sekitar rumah.
  • Kebiasaan diri sendiri juga dapat memunculkan ide atau peluang untuk menjalankan usaha, misalnya seseorang sering online sehingga mendapatkan ide untuk berbisnis online.
c. Dari Konsumen
Permintaan konsumen terhadap barang atau jasa di pasar dapat menjadi sumber ide untuk membuka usaha, misalnya:
  • Keluhan konsumen terhadap barang atau jasa yang dijual di pasar.
  • Harapan konsumen terhadap barang dan jasa yang ada ataupun belum ada di pasar.
  • Saran dari konsumen terhadap barang atau jasa, dengan adanya saran usahawan dapat memperbaiki lagi barang atau jasa yang dijualnya atau membuat barang yang baru supaya konsumen merasa puas.
  • Permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, dengan keinginan konsumen terhadap barang atau jasa jika seorang usahawan dapat membaca situasi ini dengan baik maka akan menjadi sumber ide untuk membuka usaha sehingga mendapatkan keuntungan.
d. Dari perubahan-perubahan yang terjadi
Peluang usaha dapat muncul dari berbagai perubahan lingkungan jika orang tersebut mampu membaca situasi untuk melihat peluang usaha, misalnya:
  • Perubahan gaya hidup pada manusia, dapat dikatakan gaya hidup manusia jaman sekarang semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjalankan kehidupannya.
  • Perubahan peraturan yang dilakukan pemerintah dalam membuka serta menjalankan bisnis atau usaha.
  • Perubahan tekanan kerja yang semakin tinggi sehingga banyak orang yang membutuhkan hiburan.
  • Perubahan terhadap dunia Teknologi, Informasi dan Komunikasi, karena jaman sekarang manusia semakin membutuhkan yang namanya teknologi informasi dan komunikasi dalam menjalankan hidup, dan lain-lain.
C. Analisis Peluang usaha


Analisis Peluang Usaha atau cara mengidentifikasi peluang usaha atau bisnis yang ada bisa di cari, asal saja wirausahawan itu bekerja keras, ulet dan percaya kepada kemampuan sendiri. Setiap wirausahawan sebenarnya mempunyai peluang ( opportunity ) untuk maju. Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis, seorang wirausahawan harus berfikir secara positif dan kreatif di antaranya:
  • Harus percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnis bisa dilaksanakan,
  • Harus menerima gagasan-gagasan baru di dalam dunia usaha atau bisnis,
  • Harus bertanya kepada diri sendiri, 
  • Harus mendengarkan saran-saran orang lain,
  • Harus mempunyai etos kerja yang tinggi, 
  • Pandai berkomunikasi.

Peluang usaha bukanlah peluang jika kita tidak sanggup menemukan tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya.

Adapun persyaratan pokok dalam memanfaatkan peluang usaha pada masa depan ialah berfikir positif, optimisme, bersedia bekerja keras dan mau mendengarkan orang lain, mengakui kesalahan, dan mau percaya bahwa pada hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin. 

Bagi wirausaha pengenalan diri merupakan modal awal untuk mendapat mengenali lingkungannya, mengindera peluang usaha, dan mengerahkan sumber daya, guna meraih peluang usaha tersebut dalam batas risiko yang tertanggungkan untuk menikmati nilai tambah.

Analisis peluang usaha berdasar jenis produk/jasa
  • Minat seseorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainya.
  • Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun barang/mesin.
  • Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu menekuni usaha yang sama.

Di samping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut :
  • Pengaruh lingkungan sekitar.
  • Banyak sedikitnya poermintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih.
  • Kecocokan antara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu.
  • Banyak sedikitnya pesaing.
  • Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan.
Contoh peluang usaha dibidang biasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain sebagai berikut :
  • Jasa servis
  • Jasa hiburan (contoh: bioskop, diskotik, kafe, layar tancap, dan sebagainya).
  • Jasa transportasi (Contoh: menyediakan angkutan antar jemput anak sekolah, rental mobil, dan sebagainya.)
  • Jasa perantara (Contoh: membantu masyarakat yang akan menjual atau membeli barang, seperti tanah, rumah, sawah, kendaraan bermotor dan mobil.)
  • Jasa kesehatan (Contoh: memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan kecantikan, seperti fitness, SPA, pijat refleksi, dan pengobatan alternatif.)
  • Jasa yang lain (Contoh: jasa penitipan anak, katering, tenanga kebersihan, penulisan atau pengetikan karya tulis, dan sebagainya.)
Produk yang dibutuhkan oleh masyarakat yang penuh kesibukan sekarang ini dapat di kelompokkan menjadi seperti berikut.
1)    Produk yang mampu mempermudah pekerjaan dirumah.
Contoh: alat pemasak nasi sekaligus penyiman dan pemanas nasi beserta sayur.
2)    Produk yang mampu mempermudah pekerjaan diluar rumah.
Contoh: tas multifungsi, yang bisa di pakai buat kerja, tetapi juga buat membawa pakaian atau buat perjalanan, yang bisa dilipat atau dimodifikasi dan lain sebagainya.
3)    Produk lainnya yang dibutukan tanpa mengenal tempat.
Contoh: air dalam kemasan, mie instan, tas, dan sebagainya.

2.    Analisis Peluang Usaha Berdasar Minat dan daya beli Konsumen
Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara:
-    Mengadakan pengamatan langsung ke pasar;
-    Melakukan wawancara;
-    Memberikan angket untuk diisi oleh calon konsumen.

Cara kedua yaitu kita harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk kita.

Hubungan antara minat, daya beli dan kelangsungan usaha adalah dapat digambarkan sebagai berikut:
-    Minat besar, daya beli kuat, kelangsungan usaha terjamin.
-    Minat besar, daya beli rendah, kelangsungan usaha terhambat.
-    Minat rendah, daya beli rendah, usaha tidak dapat berlangsung.

kesimpulan bahwa agar produk yang kita ciptakan mampu menarik minat konsumen dan terjangkau oleh mereka, maka kita harus:
-    Memilih dan membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing;
-    Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;
-    Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;
-    Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan;

D. Resiko Usaha 

Setiap usaha yang di lakukan pasti mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan. Dari keuntungan itu di harapkan dapat di gunakan untuk mensejahterahkan diri sendiri maupun orang lain yang terlibat, banyak risiko yang harus di hadapi. 

Beberapa risiko usaha yang mungkin terjadi antara lain sebagai berikut : 
  1. Perubahan permintaan,
  2. Perubahan konjungtur,
  3. Persaingan ,
  4. Akibat lain yang merupakan risiko usaha, seperti perubahan teknologi, perubahan peraturan, dan sebagainya.
Perubahan permintaan perubahan konjungtur, persaingan, dan akibat lain yang merupakan risiko usaha dapat diantisipasi dengan melakukan persiapan yang matang dan perhitungan yang cemat dalam melakukan kegiatan usaha.

E. Contoh Peluang Usaha Sesuai Program Keahlian

Analisis peluang usaha berdasar jenis produk/jasa :
  • Minat seseorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainya.
  • Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun barang/mesin.
  • Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu menekuni usaha yang sama.

Di samping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut :
  • Pengaruh lingkungan sekitar.
  • Banyak sedikitnya poermintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih.
  • Kecocokan antara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu.
  • Banyak sedikitnya pesaing.
  • Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan.
Contoh peluang usaha dibidang biasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain sebagai berikut :
  • Jasa servis
  • Jasa hiburan (contoh: bioskop, diskotik, kafe, layar tancap, dan sebagainya).
  • Jasa transportasi (Contoh: menyediakan angkutan antar jemput anak sekolah, rental mobil, dan sebagainya.)
  • Jasa perantara (Contoh: membantu masyarakat yang akan menjual atau membeli barang, seperti tanah, rumah, sawah, kendaraan bermotor dan mobil.)
  • Jasa kesehatan (Contoh: memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan kecantikan, seperti fitness, SPA, pijat refleksi, dan pengobatan alternatif.)
  • Jasa yang lain (Contoh: jasa penitipan anak, katering, tenanga kebersihan, penulisan atau pengetikan karya tulis, dan sebagainya.)
Produk yang dibutuhkan oleh masyarakat yang penuh kesibukan sekarang ini dapat di kelompokkan menjadi seperti berikut.
1)    Produk yang mampu mempermudah pekerjaan dirumah.
Contoh: alat pemasak nasi sekaligus penyiman dan pemanas nasi beserta sayur.
2)    Produk yang mampu mempermudah pekerjaan diluar rumah.
Contoh: tas multifungsi, yang bisa di pakai buat kerja, tetapi juga buat membawa pakaian atau buat perjalanan, yang bisa dilipat atau dimodifikasi dan lain sebagainya.
3)    Produk lainnya yang dibutukan tanpa mengenal tempat.
Contoh: air dalam kemasan, mie instan, tas, dan sebagainya.

2.    Analisis Peluang Usaha Berdasar Minat dan daya beli Konsumen
Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara:
-    Mengadakan pengamatan langsung ke pasar;
-    Melakukan wawancara;
-    Memberikan angket untuk diisi oleh calon konsumen.

Cara kedua yaitu kita harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk kita.

Hubungan antara minat, daya beli dan kelangsungan usaha adalah dapat digambarkan sebagai berikut:
-    Minat besar, daya beli kuat, kelangsungan usaha terjamin.
-    Minat besar, daya beli rendah, kelangsungan usaha terhambat.
-    Minat rendah, daya beli rendah, usaha tidak dapat berlangsung.

kesimpulan bahwa agar produk yang kita ciptakan mampu menarik minat konsumen dan terjangkau oleh mereka, maka kita harus:
-    Memilih dan membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing;
-    Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;
-    Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;
-    Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan;
F. Merencanakan Peluang Usaha Di lingkungan Sekolah Dan Tempat Tinggal

Peluang Usaha Di lingkungan sekolah:
1. Membuka Usaha Toko Alat Tulis
Salah satu usaha yang sangat sesuai dan menjanjikan jika dijalankan dilingkungana dekat sekolahan adalah usaha berjualan alat tulis. Usaha yang satu ini jelas sangat dibutuhkanbukan. Para siswa pasti membutuhkan alat tulis entah itu pulpen, penggaris, buku dan lain sebagainya.
2. Membuka Jasa Fotocopy
Fotoocopy adalah jasa yang sangat dibutuhkan dilingkungan sekolahan tidak hanya siswa sekolahyang membutuhkan jasa fotocopy, bahkan bapak/ibu guru juga pasti memerlukan jasa fotocopy ini. Sehingga usaha ini layak anda coba jalankan jika tempat tinggal anda dekta dengan lingkungan sekolahan.
3. Warnet Dan Percetakan (Print prinan)
Peluang Usaha berikutnya yang bisa kita jalankan dilingkungan sekitar sekolahan adalah usaha warnet dan percatakan, paling baik di jalankan diwilayah sekolah setingkat menengah hingga perguruan tinggi karena siswa seingkat ini sangat banyak banyaknya tugas atau laporan yang harus di kerjakan baik itu laporan pkl, tugas akhir, jilid dan lain sebagainya.
4. Kantin (warung makanan)
Sepertinya jasa yang satu ini tidak bisa dipisahkan oleh sekolahan, kantin dan ibu kantin adalah dua tokoh yang paling disukai oleh siswa. Selain itu salah satu tempat paling strategis dalam usaha kuliner ini tentu saja dilingkungan sekolahan karena saat jam istirahat akan banyak siswa pergi membeli makanan. Anda bisa menjual aneka macam kuliner, baik itu makanan maupun minuman.
5. Membuka Toko Seragam Sekolah
Toko seragam yang saya maksud disini mencangkup keperluan sekolah seperti baju seragam, dasi, topi, peralatan pramuka dan lain lain merupakan peralatan yang sangat dibutuhkan oleh siswa sehingga usaha ini akan memiliki prospek yang baik jika anda buka dilingkungan yang dekat dengan area sekolahan.
6. Menjual Buku Berhubungan Dengan Pelajaran dan Pendidikan
Penting untuk diketahui banyak sekali bubu buku bacaan atau buku pelajaran yang dibutuhkan siswa atau pelajar, dan jika diperpustakaan tidak ada atau siswa mendapat tugas dari guru pasti tepat yang pertama didatangi adalah toko buku pelajaran. Anda bisa juga menjual buku buku bacaan lain seperti novel, buku cerita dan buku buku lain yang kira kira disukai dan dibutuhkan oleh para siswa.
7. Mendirikan Usaha Kos kosan
Usaha kos cocok didirikan dilingkungan sekolah atau kampus, karena siswa yang biasanya sudah kos dan tinggal senditi adalah setingkat SMP,SMA, dan kuliahan. Namun anda harus melihat terlebih dahulu para siswa yang ada di sekolahan tersebut, dari mana mereka berasal.
Pada umumnya, sekolahan terkenal dan memiliki reputasi tinggi dipilih para siswa mekipun jarak rumah dengan sekolah yang jauh dengan begitu mereka harus kos atau tinggal diasrama. Tentu saja hal imi akan menjadi peluang bagi usaha anda, anda bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan cara mendirikan kos-kosan.
8. Membuka Usaha Peralatan Pendukung
Toko peralatan pendukung yang saya maksud disini adlah toko penjual peralatan pendukung untuk sekolahan, contohnya seperti toko piala, peralatan olah raga, ekstrakulikulir seperti oeralatan musik dan lain lian.
9. Jasa Antar Jemput Anak Sekolah
Umumnya jasa ini di butuhkan oleh siswa-siswi sekolahan dengan tingkatan dasar. Biasanya orang tua yang kerja tidak memiliki waktu untuk menjemput anak dari sekolahan dan disini anda bisa menawakan jasa anda.
10. Mainan
Untuk Usaha terakhir ini hanya bisa dijalankan disekitar sekolah tingkatan bawah seperti TK dan SD, namun toko mainan ini akan menjadi produk yang paling potensial karena paling di senangi anak-anak. Jajakan mainan dengan harga yang tidak terlampau mahal, karena biasanya siswa yang bersekolah tidak membawa uang jajan yang besar dan sediakan selalu mainan yang baik dan tidak membahayakan.
Selain ide usaha yang cocok ada beberapa hal yang harus anda perhatikan saat membuka usaha atau menjual dagangan dilingkungan sekolah. Diantaranya adalah harga yang anda tawarkan jangan terlalu mahal, sesuaikan dengan kantong para pelajar. Layani anak anak dengan ramah dan Jangan pernah sekali kali galak terhadap anak karena anak anak palik tidak suka dengan penjual yang galak.
Peluang Usaha Di tempat Tinggal :
1. Melihat Kedepan
Pada waktu anda melakukan perencanaan untuk memulai usaha baru mungkin anda membutuhkan tempat usaha dan tambahan kewajiban sebagai akibatnya. Hal ini akan menambah biaya dan mungkin juga waktu untuk mendapatkan ijin berusaha di tempat itu. Untuk membuat peramalan keuangan maka anda harus dapat memperkirakan besarnya biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk hal ini.
2. Memilih Tempat Usaha
Pada waktu memilih tempat usaha, beberapa faktor harus diperhatikan. Umumnya, menanda-tangani kontrak sewa tempat usaha membawa kewajiban hukum (dan keuangan) yang sangat berarti. Sewa jangka-pendekpun menyangkut kewajiban. Oleh karena itu memilih tempat usaha harus dilakukan dengan cermat.
Lokasi disebutkan sebagai faktor yang paling penting untuk menjamin keberhasilan berusaha. Kalau penelitian pasar anda benar dan sudah memperhitungkan semua faktor, maka lokasi dan tempat usaha anda harus berhubungan dengan pasar yang anda tuju dan harus memenuhi semua persyaratan yang diperlukan.
3. Membuat Profil Kebutuhan Tempat Usaha
Sebelum mencari tempat usaha, gambarkanlah profil kebutuhan anda yang sebenarnya. Hal ini akan menjamin dalam pemilihan tempat usaha dan juga menjadi dokumen yang berguna untuk diberikan kepada agen penjualan tempat usaha yang dapat membantu anda mencari tempat usaha lain yang cocok. Faktor-faktor yang harus diperhitungkan adalah:
(1) Lokasi
Lokasi usaha anda tergantung terutama pada pemahaman anda mengenai pasar khusus yang anda tuju. Apakah usaha anda cocok untuk jalan besar, jauh dari jalan besar, daerah perdagangan atau di desa? Biasanya biayanya berbeda-beda untuk jenis konsumen yang berbeda. Apakah mudah mencapai jalur kendaraan umum untuk karyawan anda? Apakah tempat parkirnya cukup luas? Berapa jauhnya dengan konsumen yang potensial? Konsumen mungkin bersedia pergi ke tempat usaha anda, tetapi kebanyakan mereka akan memilih yang terdekat. Apakah pemasok anda mudah mencapai tempat usaha anda?
(2) Citra dan perhatian pada konsumen
Kalau anda mengharapkan banyak konsumen datang ke tempat usaha anda maka kesan konsumen terhadap tempat usaha anda itu menjadi penting. Sedikit saja perusahaan baru mempunyai cukup dana untuk membangun kantor yang mewah, umumnya perusahaan baru masuk ke pasar dengan mengandalkan harga produknya yang murah. Untuk itu, kantor yang sederhana tetapi rapih akan memberi jaminan kepada tamunya bahwa mereka akan memperoleh barang yang murah. Penting untuk memberikan jaminan bahwa para tamu dapat menemui anda dengan mudah dan kalau harus menunggu mereka disediakan tempat yang nyaman. Kalau suatu tempat kerja digunakan bersama oleh beberapa karyawan, periksalah efisiensi dan keramahan penerima tamu (resepsionis) dan penerima telpon, dan kemudahan untuk bergerak. Pengalaman buruk di tempat seperti ini akan mengakibatkan anda kehilangan pelanggan sebelum anda menemui mereka! Apakah pelanggan anda memerlukan tempat parkir dan kalau ya berapa banyak?
(3) Besarnya Tempat Usaha
Bayarlah apa yang anda perlukan saja – setiap karyawan memerlukan ruang kerja sebesar 10 meter persegi. anda harus menghitung luas yang tepat untuk tempat usaha yang anda perlukan, dengan menjamin ruangan ekstra untuk pengembangan usaha dimasa depan. Perhitungan seperti itu sangat penting untuk merancang sebuah pabrik. Kesalahan yang dibuat dalam perhitungan ini akan membutuhkan biaya yang sangat besar kalau harus dilakukan perubahan kelak. Kalau perusahaan Anda akan menerima kiriman barang yang berukuran besar, apakah ada ruang untuk membongkar dan menyimpan? Kalau ada tawaran tempat usaha dengan ruang ekstra untuk berkembang dimasa depan, apakah dibolehkan kelebihan ruangan yang belum digunakan itu disewakan kepada orang lain?
(4) Membuat Penilaian Tempat Usaha
Jangan terbuai dengan tawaran tempat usaha yang kelihatan mewah sehingga membuat anda seperti orang penting. Lihatlah dengan kritis apa yang ditawarkan.
(5) Memenuhi Peraturan Perundangan
Sebelum mempertimbangkan pilihan suatu tempat usaha dari perhitungan bisnis, hal yang paling mendasar adalah mempertimbangkan keadaan fisik tempat usaha itu yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Apakah diperlukan perbaikan-perbaikan untuk menjadikan tempat usaha itu memenuhi persyaratan perundangan mengenai standar kesehatan, keselamatan kerja, dan peraturan kebakaran dan gedung? Kantor Dinas dalam Pemda dapat memberikan saran mengenai hal ini.
(6) Persaingan
Apakah banyak pesaing di tempat usaha itu? Hal ini bisa berakibat buruk tetapi bisa juga bermanfaat. Kalau ada perusahaan yang sama berarti anda telah memilih tempat usaha yang tepat. Kalau tidak ada perusahaan yang sama dengan perusahaan anda carilah sebabnya mengapa demikian, karena mungkin saja sudah pernah perusahaan seperti itu mencoba berusaha ditempat itu tetapi kemudian bangkrut.
(7) Biaya
Berapa besar sewanya? Periksalah luas tempat usaha itu dan hitunglah biaya per meter persegi, dan anda akan tahu apakah tempat ini banyak diminati orang. Jangan melupakan biaya energi (misalnya listrik). Berapa tagihan pada penghuni yang lalu? Kalau perlu melakukan perbaikan berapa biaya yang diperlukan? Apakah biaya ini akan mempengaruhi perhitungan anggaran semula?
(8) Ijin Membangun Bangunan (IMB)
IMB diperlukan untuk semua jenis pembangunan. Kalau permohonan IMB ditolak anda akan diberi tahu sebabnya sehingga anda dapat melakukan perubahan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
(9) Lingkungan Kerja
Orang biasanya menganggap remeh peran lingkungan kerja terhadap kinerja. Apakah tempat itu mempunyai penampilan yang cukup baik? Apakah diterangi dengan baik, cukup bersih dan tenang agar supaya karyawan dapat berkonsentrasi dalam bekerja? Gangguan dapat menjadi masalah pada tempat kerja yang digunakan bersama. Tetapi orang yang bekerja menyendiri juga akan mengurangi efektifitas kerjanya. Tentu saja keseimbangan diperlukan dalam menentukan tempat kerja para karyawan.
(10) Keamanan
Apakah tempat usaha itu dipasangi alarm? Apakah pintu-pintunya baik dan dapat dikunci? Berapa sering pencuri masuk ke tempat ini? Catatan keamanan tempat itu dapat berakibat pada besarnya premi yang anda harus bayar untuk asuransi, atau kerugian yang harus anda ganti atas pencurian yang terjadi. Kalau anda berencana menyimpan barang berharga maka pertimbangan ini sangat perlu, khususnya kalau usaha anda berkembang pesat.
(11) Dana Bantuan (subsidi)
Mungkin tersedia dana bantuan atau subsidi untuk berusaha untuk membantu anda memulai usaha baru kalau lokasi anda ditempat tertentu. Faktor lain yang harus disadari adalah lama dan persyaratan sewa, jasa dan fasilitas, biaya pemeliharaan dan peraturan IMB. Kunjungilah tempat usaha itu pada waktu yang berbeda-beda untuk mengetahui jenis orang-orang yang lewat disana dan berbicaralah dengan tetangga.
(12) Jenis Properti
(a) Lingkungan Industri Kecil (LIK)
Lingkungan Industri Kecil menyediakan tempat usaha dengan ukuran berbeda-beda yang secara khusus dirancang untuk membantu usaha kecil memulai usaha barunya. Usaha yang ada disini biasanya khusus untuk jasa pelayanan dan pabrikan kecil. Pada umumnya sewanya murah. Biaya overhead seperti listrik dan air bisa lebih murah dan mudah penghitungannya. Keuntungan terutama dari LIK adalah tersedianya fasilitas umum yang dapat digunakan bersama.
(b) Pabrik
Kalau anda berusaha dalam bidang manufaktur atau kalau anda harus menyimpan banyak persediaan maka sebuah pabrik kecil akan cocok untuk itu.
(c) Kompleks Perkantoran
Ruang kantor sewaan mungkin cocok untuk usaha tertentu, misalnya jasa pelayanan keuangan. Fasilitas umum yang dapat digunakan bersama biasanya tersedia disana.
(d) Toko
Tempat usaha adalah merupakan hal utama dalam mendirikan usaha toko. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah:
* Bentuk persaingan langsung apa yang ada disana?
* Bentuk persiangan yang tidak langsung apa yang ada disana (misalnya pesanan lewat pos atau telpon, pasar, dsb)
* Didaerah sekitarnya, berapa penduduknya, tingkat pengangguran, dan daya belinya?.
* Apakah ada rencana pengembangan daerah yang akan berakibat pada usaha anda?
* Apakah akan terjadi perubahan pada konsumen yang ditargetkan, misalnya kalau laju kelahiran menurun, apakah ini akan berakibat pada penurunan penjualan mainan anak?
(e) Rumah Tinggal
Banyak usaha baru dimulai dari tempat tinggal pemiliknya. Kalau jenis usaha ini merupakan kegiatan satu orang saja dan membutuhkan peralatan kantor yang mendasar, maka bekerja dirumah adalah cara yang murah dan nyaman dalam jangka pendek. Namun demikian, ada kelemahannya. Kehidupan keluarga akan terganggu, mungkin akan sukar berkonsentrasi pada pekerjaan, tetapi juga sukar untuk melupakannya. Tetangga mungkin akan mengeluh, dan mungkin anda memerlukan ijin berusaha disana. Citra perusahaan juga tidak cocok.
(f) Membangun Tempat Usaha Sendiri
Bagi kebanyakan usaha baru, lokasi dan tempat usaha merupakan bagian penting. Sebagai contoh, gagasan untuk mendirikan tempat penitipan dan pengasuhan anak muncul karena adanya ruangan dalam gereja atau mesjid yang dapat digunakan. Bergantung pada lokasinya, mungkin malah ada dana bantuan untuk mengembangkan usaha. Ini biasanya membutuhkan waktu tiga tahun atau lebih untuk menjadi perusahaan yang mapan.
(g) Sewa atau Beli
Menyewa mungkin lebih menguntungkan daripada membeli. Kalaupun harus membeli tempat usaha, hal ini harus diperhitungkan dalam rencana keuangannya. Tempat usaha merupakan aset, tetapi biaya pengembangan dan pemeliharaannya juga harus diperhitungkan.
(h) Tahu Hak Anda
Hak anda sebagai penyewa adalah sebagai berikut dan harus dicantumkan dalam kontrak sewa:
· Anda harus berhak untuk mendapat jalan akses ke jalan raya terdekat. Kalau anda harus menyewa sebagian dari sebuah bangunan, anda harus mempunyai hak untuk menggunakan fasilitas umum – tangga, lift dsb – menuju tempat usaha anda
· Anda harus memeriksa apakah tempat usaha itu dilengkapi dengan pelayanan yang mungkin akan anda perlukan, termasuk gas, listrik dan pembuangan air.
· Anda harus mempunyai hak untuk menuntut pemilik bangunan atau penyewa tetangga untuk memelihara propertinya dalam keadaan yang baik.
1. Hak Pemilik bangunan
Pemilik bangunan mempunyai hak dan kewajiban dalam kontrak sewa-menyewa ini tetapi harus menjamin penyewa untuk menempati bagian yang disewa tanpa gangguan.
2. Bentuk Perjanjian
Perhatikan berapa lama perjanjian itu akan berakhir karena akan sulit untuk meninggalkan tempat usaha itu pada waktu anda tidak memerlukan lagi. Amatilah apakah tanggal untuk dapat mulai menempati tempat itu sama dengan tanggal yang ada tertulis dalam kontrak. Anda harus ingat bahwa walaupun anda tidak menggunakan tempat usaha itu anda tetap wajib untuk membayar sewa sampai kontrak itu habis berlakunya. Untuk usaha kecil, sewa jangka pendek atau sewa bulanan mungkin lebih baik.
3. Kewajiban Penyewa
Kalau anda menanda-tangani kontrak sewa berarti anda setuju pada beberapa hal dan tunduk pada beberapa aturan.
4. Uang Sewa
Pastikan bahwa besarnya uang sewa dan tanggal pembayarannya dicantumkan dalam kontrak. Apabila mungkin tawarlah besarnya uang sewa.
5. Perbaikan
Ada tiga tahapan:
· Sebelum anda masuk menempati tempat usaha itu – pastikan tempat itu bisa diperbaiki. Kalau kondisinya sangat buruk buatlah fotonya.
· Selama sewa – anda harus tahu tanggungjawab anda untuk perbaikan
· Akhir masa sewa – anda harus tahu kondisi yang disyaratkan untuk tempat usaha pada waktu anda pindah dari sana. Biasanya pemilik akan memberikan daftar perbaikan yang harus anda lakukan.
Kalau seluruh bangunan disewa, pemilik bangunan mengharapkan anda bertanggung jawab atas semua perbaikan. Untuk menghindari masalah, lakukan survai dahulu untuk mengetahui keadaan bangunan itu. Kalau survai ini menemukan adanya cacat, mintalah ini diperbaiki sebelum menanda-tangani kontrak sewa.
6. Penggunaan
Kontrak sewa biasanya menetapkan batasan untuk penggunaan properti itu. Hal ini biasanya berhubungan dengan jenis usaha atau gangguan seperti bising, asap beracun dsb. Kalau anda harus melakukan perubahan penggunaan tempat usaha itu diskusikan hal itu dengan pemilik bangunan dan pemda setempat.
7. Akhir Sewa
Pada akhir sewa anda dilindungi dari pengusiran melalui Peraturan yang berlaku.
(13) Asuransi Bangunan dan Isinya
a. Tempat Usaha dan Peralatan
Adalah penting untuk mengasuransikan bangunan yang anda tempati secara memadai untuk menanggung pembangunan kembali. Isi bangunan – termasuk persediaan, mesin-mesin, dan mebel – juga harus diasuransikan dengan jaminan yang cukup untuk menggantikannya. Jaminan dapat berupa “semua resiko” (all risks) dengan beberapa pengecualian, atau kerugian spesifik seperti kebakaran, pencurian atau bencana alam. Jumlah jaminan harus memperhitungkan inflasi selama masa jaminan dan masa pembangunannya kembali atau penggantian peralatan. Mintalah informasi pada agen asuransi mengenai skema asuransi apa saja yang ditawarkan perusahaannya.
Kalau anda menyewa, maka pemilik bangunan biasanya yang mengasuransikan bangunan itu; kalau demikian maka premi asuransi itu akan dibebankan kepada anda. Dalam hal itu anda harus memeriksa apakah jaminan itu memadai. Kalau anda menyewa peralatan atau membeli dengan cara mencicil maka anda harus mengasuransikan peralatan itu atas beban anda sendiri.
b. Jenis Properti Lain
Asuransi juga akan menjamin yang berikut ini:
· Uang - uang tunai dan cek yang disilang atau uang dalam transit yang berada dalam tempat usaha Anda
· Barang pindahan – barang-barang yang dipasok oleh pemasok atau barang yang menunggu dikirim kepada pembeli yang disimpan dalam tempat usaha anda
· Pabrik “all risks” – pabrik dan peralatan yang digunakan diluar tempat usaha
· Kaca – kecelakaan yang menimbulkan kerusakan pada kaca jendela atau kaca yang dipasang tetap lainnya
· Teknik – beberapa jenis peralatan dan mesin yang membutuhkan pemeriksaan rutin untuk menjamin dipenuhinya peraturan perundangan
· Komputer – perangkat keras dan perangkat lunak
· Data yang disimpan dalam komputer – anda harus hati-hati, tetapi kalau perusahaan anda sangat bergantung pada data dalam komputer maka biaya untuk memperoleh kembali data yang hilang akan sangat besar
· Makanan beku – rusaknya makanan beku karena mesin pendingin tidak bekerja

G.  Contoh Spesifikasi Produk Pada Peluang Usaha 

1. Peluang Usaha dan Ide Bisnis Bidang Produksi/Industri

Pada jenis ide dan peluang bisnis ini, ada kegiatan untuk mengubah bahan atau barang menjadi barang lain yang berbeda serta mempunyai nilai tambah. Contohnya adalah sbb.:
  • Industri makanan dan minuman
  • Industri dan bisnis rumahan
  • Industri pakaian
  • Industri kosmetik
  • Bisnis percetakan
  • Industri cor atau cetak logam
  • Industri handicraft
  • Industri pembuatan kain tenun

2. Peluang Usaha dan Ide Bisnis Bidang Jasa

Usaha jasa adalah sebuah peluang usaha yang fokus utama usahanya adalah memberikan pelayanan dan atau menjual jasa. Berikut ini beberapa contoh dari ide bisnis jasa tersebut:
  • Bisnis Jasa Pendidikan
  • Bisnis Jasa Pengiriman
  • Bisnis Kebugaran dan Olahraga
  • Bisnis Jasa Kebersihan
  • Bisnis Jasa perbaikan 
  • Bisnis Jasa penyewaan

3. Peluang Usaha dan Ide Bisnis Bidang Intelektual

Dalam usaha ini sebenarnya ada unsur jasa maupun pengubahan bentuk barang yang dijual, namun dalam usaha intelektual kebutuhan bahan baku atau material tidak terlalu menonjol sebagaimana halnya usaha lain. Yang terutama dikerjakan dan dibutuhkan adalah pemikiran dan pekerjaan kreatif. Berikut ini adalah beberapa contoh dari ide dan peluang bisnis bidang intelektual ini:

4. Peluang Usaha Dan Ide Bisnis Bidang Perdagangan Dan Distribusi

Inti kegiatan usaha ini adalah sebagai perantara produsen dan konsumen, antara pemilik dengan pembeli, untuk menyebarluaskan, memeratakan atau memperluas jangkauan pasar suatu barang atau penawaran barang. Berikut ini adalah contoh bisnis dibidang perdagangan dan distribusi tersebut: Ide Bisnis dan Usaha Perkulakan:

5. Ide Bisnis Broker Properti


Sumber :
http://www.pengertianku.net/2016/11/pengertian-peluang-usaha-secara-umum-dan-contohnya.html
http://duniasyukron.blogspot.com/2009/11/panduan-perencanaan-tempat-usaha.html
https://nugrahablog31.blogspot.com/2016/09/menganalisis-peluang-usaha.html
http://kampungbisnis.net/ide-bisnis-dan-contoh-peluang-usaha.php

Komentar